Home / Wisata Hati / Papa Mamaku Tersayang | Cerita HEPI Elevania By Yusrianis

Papa Mamaku Tersayang | Cerita HEPI Elevania By Yusrianis

Setiap orang yang telah menikah, mereka sangat mengharapkan seorang anak untuk melengkapi kekurangan hidup mereka. Begitu juga aku, Papa dan Mama ku sering bercerita bagaimana mereka sangat mengharapkan kelahiranku ke dunia tentunya dengan beribu harapan. Berharap aku menjadi anak yang shalehah, berharap aku bisa membanggakan mereka, berharap aku menjadi anak yang selalu membahagiakan kedua orang tua. Papa dan Mamaku salalu menjagaku, merawatku, memberikanku kasih sayang yang tak mungkin di dapat dari orang lain. Bahkan ketika aku BAB disaat mereka makan, mereka pasti mendahulukan membasuh kotoranku dengan tangannya. Sungguh Papa dan Mamaku tiada duanya didunia ini. Setiap hari Papa dan Mamaku selalu mengajarkan semua hal yang mereka tahu kepadaku agar aku tidak tersesat dalam kehidupan, karena mereka memiliki tanggung jawab yang besar terhadapku, tidak hanya didunia ini juga di akhirat. Jika aku sesat, maka Papa dan Mamaku akan mempertanggungjawabkannya di akhirat nanti. Seharusnya mereka masuk surga, tetapi karena aku sesat mereka jadi terhalang masuk surga. Begitulah tanggung jawab orang tua.

Teringat masa remaja dulu di saat sedang nakalnya na’uzubillah, aku selalu membantah, mengabaikan perkataan Papa dan Mamaku dan hanya melakukan apa yang ingin aku lakukan tanpa memandang akibat perbuatanku. Dengan sabar mereka tetap memperingatkanku jikalau itu salah, terus menerus begitu tak pernah bosan mereka memperingatkanku. Namun Papa dan Mamaku juga manusia biasa yang punya batas kesabaran. Sampai suatu hari aku melakukan hal yang benar-benar salah, mereka marah besar akan sikap dan perlakuanku. Tapi aku malah membantah tiada henti tanpa mengingat dosanya aku jika selalu membantah orang tua yang telah membesarkan ku selama ini. Seketika itu Papa dan Mamaku manangis karena sikapku, dan aku malah tidak memperdulikan tangisan mereka.

Aku mengingat kembali masa laluku. Mengingat betapa kejamnya aku terhadap orang tuaku yang sangat mengasihiku, yang sangat mengharapkan kehadiranku. Suatu hari aku bertanya kepada Papa dan Mamaku “Apakah kalian menyesal mempunyai anak seperti ku??” Ternyata tidak, dengan penuh kelembutan dan ketulusan Papa dan Mama menjawab “bagaimanapun kamu, kamu tetap anak kami, kamu tetap menjadi harapan kami.” Mereka selalu meberiku kasih sayang kepadaku. Walaupun aku selalu menyakiti hati mereka berulang-ulang kali, Papa dan Mamaku tidak menaruh dendam kepadaku, malah di setiap sujud, Papa dan Mama selalu berdo’a untuk keselamatan, kebahagiaan dan kesuksesanku.

Kini aku menyadari betapa besarnya kasih sayang dan pengorbanan Papa dan Mama terhadapku. Ketika aku sakit, mereka tetap ada di sampingku untuk menjaga ku, bahkan nyamuk pun tidak dibiarkan melekat di kulitku. Ketika aku meminta sesuatu, Papa dan Mama pasti mengusahakan untuk memberikannya kepadaku. Walaupun aku nakal, mereka tetap sayang dan tak lelah memberikan kasih sayang kapadaku. Aku sadar, Papa dan Mamaku marah bukan karena benci atau menyesal terhadapku, tetapi karena sangat menyayangiku dan tidak ingin aku tersesat lebih jauh lagi.

Dengan penuh penyesalan akan perlakuanku terhadap papa dan mama di masa lalu, aku yang sangat jahat ini ingin minta ampun yang sebesar-besarnya. Aku sudah sangat menyusahkan hidup mereka, aku belum bisa memenuhi harapan mereka, aku sangat durhaka kepada mereka. Kesalahan yang aku perbuat selama ini tidak pantas untuk dimaafkan. Tidak hanya sekali aku menyakiti hati Papa dan Mama, tetapi hampir setiap hari aku menyakiti mereka. Untuk Papa dan Mama beri aku kesempatan untuk memperbaiki semua perbuatanku di masa lalu.

Sekarang Papa dan Mama sudah tua, aku ingin menjaga dan merawat mereka. Aku, anaknya akan terus berusaha menjadi anak yang shaleha, seperti yang mereka dambakan. Aku ingin jadi kebanggaan mereka, aku ingin membahagiakan mereka, aku ingin mereka selalu tersenyum kepadaku atas sikap dan perlakuanku, aku ingin membalas semua kasih sayang yang telah mereka berika kepadaku. Sungguh aku ingin mendapatkan surga yang selama ini aku jauhi. Tolong berikanku kesempatan untuk melakukan semua itu.

Ya Allah, ampunilah hambamu yang durhaka ini, ampunilah aku yang telah jauh dari jalanmu dan perintahmu, aku tidak hanya durhaka kepada orang tua yang telah memberiku kasih sayang dan kehidupan, melainkan aku juga durhaka kepada-Mu yang telah memberiku hidup dan kenikmatan didunia. Sungguh aku tidak ingin mencoba api neraka-Mu ya Allah, aku juga tidak ingin orangtuaku tersentuh api neraka-Mu karena aku. Aku ingin bertaubat kepada-Mu, aku ingin kembali ke jalan-Mu. Tolong bantu aku untuk memperbaiki semua kesalahanku. Hanya engkau yang dapat menolongku dari kesesatan.

Ya Allah, berikanlah perlindunganmu kepada Papa dan Mamaku, berikanlah kesehatan kepada mereka. Jangan engkau berikan cobaan yang berat kepada mereka. Dan tempatkanlah orangtuaku di surga firdaus-Mu ya Allah. Mereka tidak pantas tersentuh api neraka. Mereka telah banyak berkorban untukku dan adikku. Mereka telah memberi, dan mengajarkan agama-Mu dengan baik. Ya Allah jaga Ibu dan Ayahku di sisa umur mereka. Berikan mereka yang selayaknya mereka dapatkan. Umur yang barokah, rezeki yang halal, kesehatan, dan jalan kematian yang baik, khusnul khatimah. Dengarkanlah do’a dan permohonan hamba wahai Dzat yang pengasih, pemurah, lagi maha pengampun.

Aku sangat bersyukur betapa beruntungnya aku, terlahir dari rahim Mama yang cantik, sabar, tegar, yang memepunyai hati lembut, dan kuat. Juga aku beruntung memiliki Papa yang, bertanggung jawab, disiplin, tegas, juga sangat mengasihi. Betapa beruntungnya aku terlahir di keluarga ini. Keluarga kecil yang berbahagia, yang penuh dengan cinta kasih dan penuh perhatian.

Terima kasih Papa Mama yang telah memberikanku kehidupan dan kasih sayang yang tak mungkin aku dapatkan dari orang lain dan tak mungkin bisa aku balaskan. Jika aku mempunyai kesempatan, aku ingin sekali membelikan Papa dan Mama Mesin Cuci, karena selama ini Mama terlihat letih mencuci pakaian. Sudah saatnya aku memberikan kesenangan dan kemudahan untuk Mama. Aku sayang Papa dan Mama. I LOVE YOU MY PARENT, YOU ARE THE BEST IN MY LIVE.

Tinggalkan Balasan