Jejak Syekh Ali Jaber, Hijrah Ke Indonesia Hanya Ingin Menyebarkan Islam Yang Damai Di Indonesia

Jejak Syekh Ali Jaber, Hijrah Ke Indonesia Hanya Ingin Menyebarkan Islam Yang Damai Di Indonesia

SARUMPUN.com – Penyebar syiar Agama Islam Syekh Ali Jaber wafat pada pukul 08.30 WIB, Kamis (15/1) karena terpapar virus corona. Dalam perjalanan hidupnya, pria kelahiran Madinah itu dikenal sebagai sosok pendakwah yang menyampaikan syiar Islam secara sejuk.

Ali merupakan anak pertama dari 12 bersaudara. Ia dilahirkan di Madinah, Arab Saudi pada 3 Februari 1967. Ayahnya, merupakan seorang penceramah agama. Di usianya yang baru menginjak 10 tahun, ia sudah hafal seluruh ayat Al-Quran. Bahkan, pada usia 13 tahun, ia menjadi imam masjid di Kota Madinah.
Selain itu, Ali juga menyelesaikan pendidikan formalnya di Arab Saudi. Ia lulus dari MI pada 1989, kemudian melanjutkan ke MtS hingga akhirnya tamat MA pada 1995. Setelah itu, ia mempelajari Al-Quran di Masjid Nabawi Madinah.
Ali hijrah ke Indonesia pada 2008. Ia terbang ke Lombok, NTB. Ia menjadi guru tahfiz Al-Quran, imam masjid, hingga menjadi khatib di Masjid Agung Lombok. Di tempat itulah ia juga menemukan istrinya, Umi Dina. Dari pernikahannya itu, ia dikaruniai seorang anak bernama Hasan.
Jejak Syekh Ali Jaber, Hijrah Ke Indonesia Hanya Ingin Menyebarkan Islam Yang Damai Di Indonesia
Nama Syekh Ali Jaber naik daun saat ia diminta menjadi imam di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta. Selain itu, ia juga kerap menjadi imam Salat Idul Fitri. Dari sinilah, syiar Islam yang disebarkan Ali mendapatkan tempat di hati masyarakat. Hingga akhirnya, ia berkeliling Indonesia untuk berdakwah.
Upaya Ali dalam menyebarkan agama Islam di Indonesia mendapatkan apresiasi dari Presiden SBY pada 2011. Ia diberikan kewarganegaraan dan resmi menjadi WNI.
Setelah itu, dakwah Ali Jaber kerap menghiasi layar kaca televisi. Bahkan, ia pernah menjadi pemeran di film Surga Menanti pada 2016.
Selamat jalan Syekh Ali.