Cara Berinvestasi Dengan Efisien

Sarumpun.com – Ada banyak cara untuk menggandakan uang Anda. Di era modern seperti sekarang ini, berinvestasi adalah cara paling efektif yang banyak dicari orang. Berbicara tentang investasi, ada banyak jenis investasi dengan modal yang tersedia yang bisa dijadikan pilihan. Misalnya, berinvestasi di saham, reksa dana, obligasi ritel, emas atau logam mulia.

Tentu saja, ketika Anda berinvestasi, Anda tidak hanya harus siap untuk keuntungan investasi, tetapi Anda juga harus memahami dan mau berinvestasi.

Risiko investasi selalu hadir dalam setiap produk pilihan investasi. Namun jangan khawatir, risiko investasi bisa diminimalisir dengan menerapkan strategi investasi yang tepat.

Jadi apa yang perlu Anda lakukan agar Anda bisa mendapatkan keuntungan dari investasi Anda? Berikut review dari kami agar Anda bisa berinvestasi dengan efektif dan memaksimalkan keuntungan Anda.

Mulai berinvestasi sekarang

Jangan menunggu sampai selesai sebelum berinvestasi, tetapi berinvestasilah untuk membangun dirinya sendiri. Untuk melakukan ini, berinvestasilah sedini mungkin. Tidak perlu menunda perbuatan baik, seperti mulai berinvestasi. Anda tidak akan pernah merasa 100% siap jika Anda menunggu waktu yang tepat.

Berinvestasi hari ini tidak lagi sulit, Anda dapat dengan mudah dan lengkap mendapatkan semua informasi tentang investasi melalui Internet. Anda juga dapat mulai berinvestasi dengan modal mulai dari Rp 100.000.

Baca Juga : Penjelasan Cryptocurrency Beserta Untung Ruginya.

Berapa pun usia Anda, mulailah berinvestasi. Tidak ada kata terlambat, jadi jangan bersedih. Justru yang terpenting sebelum berinvestasi adalah menentukan apa tujuan investasi Anda? Kemudian pilih produk investasi yang sesuai dengan tujuan investasi dan profil risiko Anda.

Misalnya, jika tujuan investasi Anda adalah dana pensiun, tentu ada banyak pilihan produk investasi. Dimulai dengan saham, reksa dana, obligasi, logam mulia dan diakhiri dengan deposito.

Pilih investasi yang bisa melawan inflasi

Inflasi itu nyata. Disadari atau tidak, semua kebutuhan pokok telah meningkat. Biaya Rp 100.000 pada tahun 2020 sekarang jelas berbeda dari 10 tahun yang lalu.

Menurut BPS (Badan Pusat Statistik), rata-rata tingkat inflasi di Indonesia telah mencapai 3,16% selama 5 tahun terakhir. Bahkan, inflasi diproyeksikan meningkat 3-5% setiap tahun.

Tentu saja, salah satu cara terbaik untuk melawan inflasi adalah dengan berinvestasi.

Jadi jangan berharap untuk melawan inflasi dengan menabung atau hanya menyimpan uang Anda di bank. Ini tidak akan berhasil karena pengembalian bunga tabungan kecil, hanya dalam kisaran 2-3%. Belum lagi potongan biaya administrasi bank dan biaya lainnya.

Bagi kebanyakan orang yang akrab dengan investasi, berinvestasi di saham atau reksa dana adalah produk investasi yang tepat untuk melawan inflasi.

Mengapa? Pasalnya, saham dan reksa dana memiliki return yang lebih tinggi dari inflasi, kedua produk investasi ini terbukti konsisten mengungguli inflasi sejak tahun 1940-an.

Baca Juga: Perbedaan Token dan Coin Dalam Cryptocurrency

Diversifikasi investasi

Diversifikasi adalah pembagian modal Anda menjadi beberapa aset. Dalam berinvestasi, agar hasilnya maksimal, perlu dilakukan diversifikasi.

Mengapa langkah ini diperlukan? Tujuannya adalah untuk mencegah kegagalan total jika satu aset hilang karena ada aset lain yang menghasilkan keuntungan. Sehingga beban kerugian finansial akibat risiko investasi dapat diminimalkan.

Contoh khas dari diversifikasi investasi adalah memiliki banyak produk investasi. Misalnya pada saham, reksa dana, emas dan deposito. Berkenaan dengan diversifikasi ini, Anda dapat kembali ke gambaran umum portofolio investasi Anda.

Hindari berinvestasi dalam satu keranjang atau hanya memilih satu produk. Telusuri produk investasi yang sesuai dengan profil risiko investasi Anda. Usahakan untuk selalu memiliki beberapa produk investasi agar tujuan keuangan Anda tetap tercapai.

Pilih Investasi yang tepat

Anda dapat memilih dari berbagai jenis investasi. Dimulai dengan berinvestasi di pasar modal yaitu saham, obligasi, reksa dana, sukuk. Kemudian investasi lainnya, seperti emas, logam mulia, deposito, di bidang real estate (tanah, rumah, apartemen).

Agar Anda bisa berinvestasi dengan efektif, mendapatkan keuntungan yang maksimal, maka Anda perlu memilih jenis investasi yang sesuai dengan tujuan dan kemampuan finansial Anda.

Ingatlah bahwa setiap jenis produk investasi memiliki kelebihan atau keuntungan dan risikonya masing-masing. Semuanya memiliki level, misalnya, urutan investasi dengan pengembalian tinggi, tetapi juga dengan risiko investasi tinggi – ini adalah saham. Lalu ada reksa dana, obligasi. Kemudian produk investasi dengan risiko minimal atau rendah adalah deposito bank.

Baca Juga: Merakit PC mining Bitcoin Beserta Anggarannya

Jadi jangan asal-asalan dalam berinvestasi, apalagi hanya mengikuti tren. Pastikan untuk mempelajari produk investasi dengan cermat dan memilih yang sesuai dengan tujuan keuangan Anda. Misalnya untuk tujuan keuangan jangka panjang, pilihan produk yang tepat adalah saham, reksa dana, obligasi. Kemudian, untuk tujuan keuangan jangka menengah, reksa dana dan emas bisa menjadi pilihan. Dalam jangka pendek, Anda bisa memilih emas dan deposito.

Mulailah dengan investasi kecil

Mulailah berinvestasi secara bertahap dengan modal untuk membangun kepercayaan diri Anda. Ingatlah bahwa Anda tidak perlu menunggu uang besar atau gaji tinggi untuk mulai berinvestasi. Anda bisa berinvestasi dengan modal Rp.100.000. Bahkan investasi seperti membuka rekening tabungan emas dapat dimulai dengan modal Rp 10.000. Yaitu melalui program tabungan emas di beberapa platform e-commerce.

Yang utama adalah mencari waktu untuk berinvestasi. Sisihkan uang untuk pos investasi di awal. Anda mungkin perlu menyusun anggaran investasi khusus yaitu 10% dari gaji Anda, terutama untuk dana investasi. Jangan menundanya. Daripada belanja kebutuhan konsumen, berinvestasilah untuk masa depan.

Misalnya, jika Anda tertarik dengan saham atau reksa dana, pilihlah saham/reksa dana yang kinerjanya bagus selama lima tahun terakhir. Juga, perluas pengetahuan Anda tentang tips investasi saham dan reksa dana untuk pemula dari internet.

Tak perlu terlalu banyak monitoring

Sebagai petunjuk, ini mungkin tampak aneh. Tidak terlalu sering melacak investasi Anda? Mengapa? karena Anda berinvestasi untuk tujuan jangka panjang dan tidak mengejar hasil investasi jangka pendek.

Ingatlah bahwa tujuan investasi awal Anda adalah mengumpulkan kekayaan dalam jangka panjang. Dengan demikian, apa yang terjadi pada kinerja investasi Anda setiap hari menjadi kurang relevan.

Faktanya, melacak kemajuan investasi Anda terlalu sering berbahaya. Karena itu hanya akan membuat Anda khawatir, berpikir negatif, takut rugi, dan takut mengambil keputusan investasi.

Baca Juga: Pertanyaan-pertanyaan Seputar Mining Crypto

Fluktuasi harian dalam nilai investasi adalah pergerakan alami. Tidak perlu khawatir atau takut, karena dalam jangka panjang, investasi biasanya selalu meningkat. Sebaliknya, lacak saja investasi Anda dalam jangka waktu yang wajar, seperti sebulan sekali.

Ayo mulai berinvestasi

Nah, sekarang kamu tahu alasan kenapa kamu tidak boleh menunda berinvestasi. Ya, tidak perlu banyak alasan lain, mulailah berinvestasi sekarang dengan modal yang Anda miliki. Percayalah, berinvestasi dapat meningkatkan keuangan Anda di masa depan. Saat Anda menjelajahi investasi, pastikan untuk memperdalam pengetahuan Anda tentang keuangan pribadi, produk keuangan, dan manajemen investasi di Cermati.com secara gratis. Senang memulai investasi!