Home / Bisnis / Ini 5 Kabar Baik Industri Manufaktur di Indonesia

Ini 5 Kabar Baik Industri Manufaktur di Indonesia

Sebagai negara berkembang, Indonesia menjadi salah satu sorotan terutama dalam bidang industrinya. Dengan pertumbuhan luar biasa, Indonesia diramalkan akan menjadi salah satu pemimpin industri dunia. Hal ini dibuktikan denan data Trading Economics kuartal III tahun 2018 silam di mana Produk Domestik Bruto (PDB) sektor manufaktur Indonesia menjadi terbesar di kawasan ASEAN dengan nilai sebesar 39,7 miliar dolas AS.

Bukti ini bukanlah satu-satunya fakta mengejutkan mengenai industri manufaktur Indonesia. Ada banyak hal-hal yang hingga kini belum diketahui oleh masyarakat Indonesia mengenai industri ini. Kali ini kami akan menyuguhkan beberapa fakta penting yang tentunya akan membuat Anda bersyukur telah dilahirkan dan menjadi bagian Indonesia.

Industri Manufaktur Indonesia Terbesar di Kawasan ASEAN

Jangan kaget, jika kita melihat gedung perkantoran di area Sudirman, Jakarta, maka banyak pemilik perkantoran tersebut adalah perusahaan manufaktur, selain migas dan pertambangan.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, industri manufaktur Indonesia menjadi yang terbesar di kawasan ASEAN. Selain fakta ini, Kementerian Perindustrian juga mencatat, sektor industri nonmigas pengolahan  2015-2018 mengalami kinerja positif dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 4,87%. Sektor ini menjadi penggerak yang paling berkontribusi terhadap PDB nasional dengan setoran yang mencapai 17,66% di tahun 2018 lalu.

Berkomitmen Lebih memacu Pengembangan Industri Manufaktur

Melihat kondisi ini, pemerintah berkomitmen untuk lebih mengembangkan industri manufaktur melalui pelaksanaan peta jalan Making Indonesia 4.0. Peta ini menjadi salah satu acuan untuk menjadikan Indonesia masuk dalam jajaran 10 negara dengan perekonomian terkuat di tahun 2030 nanti.

Dengan pemanfaat teknologi informasi dan komunikasi di setiap lini proses industri tentu akan memberikan nilai positif terhadap perusahaan apalagi dalam segi kecepatan. Apalagi di kemudian harinya desain suatu produk akan mengikuti permintaan pasar, dari kualitas hingga efisiensi.

Ekspansi di Akhir Kuartal 1

Nikkei Asian Review dan IHS Markit pada tanggal 1 April 2019 lalu mencatat bahwa Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia naik ke posisi 51,2 pada Maret 2019. PMI Manufaktur Indonesia juga terus menujukkan peninggkatan sejak akhir Januari hingga Maret 2019. Di awal tahun PMI Manufaktur Indonesia sempat di posisi 49,9 kemudian naik ke posisi 50,1 pada Februari 2019 lalu.

Mengalami Penguatan Permintaan

Selain itu, Survei Nikkei juga mengalami penguatan permintaan sejak awal Maret 2019. Kenaikan ini menyebabkan volume produksi meningkat untuk pertama kalinya dalam tiga bulan. Peningkatan ini kemudian mendorong perusahaan untuk terus meningkatkan aktivitas pembelian dan pembangunan inbentaris material.

Dipamerkan di Jerman

Dengan peningkatan PDB, Indonesia mantap untuk hadir sebagai partner resmi dari negara mitra pada Hannover Messe di tahun 2020 mendatang. Hannover Messe sendiri merupakan ajang pameran internasional tahunan terbesar di sektor teknlogi industri automation dan IT (Industry 4.0). Isu yang diangkat adalah mengenai energi dan teknologi lingkungan, efisiensi energi, reset dan technology transfer, robot, manufacturing management, serta isu-isu terkini lainnya. Itulah beberapa deretan prestasi industri manufaktur di Indonesia. Walaupun tak banyak media yang memberitakan, kita patut bangga dengan kegigihan masyarakat Indonesia yang ingin terus berkembang. Semoga perkembangan ini terus terjadi di Indonesia hingga bangsa ini menjadi perekonimian terkuat di seluruh dunia.

Baca Juga :

Bayar Tagihan Bulanan Air PDAM Secara Online Hanya di Sepulsa

Yuk Bayar Tagihan PDAM Dengan Mudah Di Sepulsa !

Sarumpun.com – Di era teknologi yang semuanya sudah serba canggih, ada baiknya anda sudah tidak …

Tinggalkan Balasan

Hubungi Kami