Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Home / Berita / Ini akibatnya jika tidak melakukan perekaman KTP-E menjelang 30 September Nanti

Ini akibatnya jika tidak melakukan perekaman KTP-E menjelang 30 September Nanti

Sarumpun.com, Batusangkar – Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrullah mengatakan perekaman data kependudukan untuk kartu tanda penduduk elektronik dibatasi hanya hingga 30 September 2016.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan menonaktifkan Nomor Induk Penduduk (NIK) KTP lama atau KTP yang dibuat manual dengan menempel foto. Hal ini akan berdampak buruk kepada masyarakat yang sudah wajib KTP yang tidak melakukan perekaman menjelang bulan September ini.

Perekaman ktp elektronik
Sumber gambar : setkab.go.id

Berikut adalah beberapa layanan yang tidak bisa diakses oleh masyarakat yang sudah berumur 17 tahun tetapi belum juga melakukan perekaman KTP Elektronik :

  • Pengurusan Surat Nikah
  • Pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM)
  • BPJS
  • Izin Usaha
  • Pendidikan
  • Izin Mendirikan Bangunan
  • Dll.

“Ini sanksi administratif yang dijatuhkan oleh negara kepada penduduknya agar penduduknya menjadi tertib,” kata Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh, kepada media. Selain untuk memastikan data penduduk tidak ganda atau memiliki NIK lebih dari satu, Zudan melakukan ini untuk menjalankan Peraturan Presiden 112/2013 yang menetapkan semua penduduk harus memiliki e-KTP mulai 1 Januari 2015.

Dari beberapa kasus yang kami temui pada dinas kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten tanah datar, masyarakat pindahan dari luar Provinsi Sumatera Barat banyak yang tidak mau mengurus KTP karena beberapa hal. “Tidak ada waktu untuk mengurus ke Disdukcapil. Kalau mengurus e-KTP melalui kepala lingkungan, kepala RT, dipersulit dan ada pembayaran yang tak wajar untuk pengurusan e-KTP  yang telah diberikan secara gratis oleh Pemerintah. Kalau mengurus melalui lurah juga begitu,” kata masyarakat pindahan yang tidak bisa kami berikan identitasnya, menambahkan bahwa pengurusan yang dipersulit itu banyak dialami oleh masyarakat lainnya.

Sedangkan di Kabupaten Tanah Datar Kota Batusangkar, masyarakat beralasan hanya karena tidak ada waktu untuk melakukan perekaman. Namun dibalik itu, masyarakat juga banyak yang mengira bahwa mereka telah melakukan perekaman pada waktu awal KTP Elektronik diberlakukan dulu, padahal masyarakat tidak menyadari bahwa perekaman yang dilakukan secara masal dahulu, ternyata banyak data yang tidak terkirim ke pusat data. Masyarakat menyalahkan kantor camat, “Dulu lah bafoto di kantua camat, tapi nan KTP ko alun jo kalua-kalua lai”. Alasan tersebut sebenarnya tidak bisa diterima karena KTP bukan diantarkan ke pintu rumah masing-masing, melainkan masyarakat mengajukan permohonan pengambilan KTP melalui kantor wali nagari dan selanjutnya ke Kantor camat untuk pengambilan KTP atau bisa langsung ke dukcapil.

Cukup membawa Kartu Keluarga (KK)

Penonaktifan data KTP lama tidak permanen karena penduduk masih bisa untuk mengaktifkan data mereka lagi dengan melakukan perekaman data e-KTP.

Zudan memastikan pembuatan e-KTP gratis atau tidak dipungut biaya. Selain itu, bila kelurahan tempat warga mengurus e-KTP mengalami kendala seperti kehabisan blangko atau prosesnya lama, masyarakat bisa langsung mengurus ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sesuai Kabupaten tempat tinggal.

Sementara, Sekretaris Jenderal Dukcapil Kemendagri, I Gede Suratha, menyatakan jika pembuatan e-KTP hingga berbulan-bulan, kinerja birokrasinya tidak benar.

Perekaman KTP ke kantor camat setempat

Saat ini perekaman KTP diarahkan ke kantor camat terdekat agar masyarakat tidak banyak menghabiskan biaya untuk pergi ke Disdukcapil.

Langsung ke Disdukcapil

Penduduk yang belum mengurus e-KTP hingga 30 September juga bisa melakukan perekaman KTP di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

“Jajaran Dukcapil yang tersebar di 514 Kabupaten, Kota, siap melayani hingga batas waktu 30 September 2016. Cukup menunjukkan atau membawa fotokopi Kartu Keluarga. Hal ini menjadi begitu penting karena kelak semua pelayanan publik akan berbasis NIK dan KTP-el,” urai Zudan dalam konferensi pers.

Cara pengurusan KTP Elektronik :

  1.  Masyarakat membawa Fotocopy Kartu Keluarga ke kantor Camat atau disdukcapil,
  2. mengambil nomor antrian dengan mengisi formulir,
  3. petugas memanggil nama pada antrian, verifikasi data, cek iris mata/sidik jari untuk menghindari duplikat biometrik,
  4. petugas mengambil foto, tanda tangan, sidik jari, iris mata dan verifikasi persetujuan yang ditandatangani oleh masyarakat,
  5. selanjutnya petugas akan mengembalikan fotocopy KK dan mempersilahkan masyarakat pulang,
  6. proses pencetakan KTP mencapai 2 minggu setelah pengurusan kartu tanda penduduk.
  7. Masyarakat datang lagi dengan membawa Fotocopy KK untuk melakukan pencetakan KTP.
Referensi : http://www.rappler.com/indonesia/143959-batas-waktu-pendaftaran-e-ktp

Baca Juga :

Ini Taktik Cristian Gonzales Cetak Quin-trick Kontra Semen Padang

Ini Taktik Cristian Gonzales Cetak Quin-trick Kontra Semen Padang

Taktik Cristian Gonzales Cetak Quin-trick Kontra Semen Padang – Ada rahasia di balik sukses Cristian …