Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Home / Bisnis / Kontribusi Grup yang Lahir Dengan Nama Royal Golden Eagle Ini Dalam Pemberdayaan Masyarakat di Indonesia

Kontribusi Grup yang Lahir Dengan Nama Royal Golden Eagle Ini Dalam Pemberdayaan Masyarakat di Indonesia

Berdiri dengan nama Royal Golden Eagle (RGE) merupakan korporasi yang layak dicontoh. Secara konsisten, mereka berkontribusi besar dalam pemberdayaan masyarakat di Indonesia.

RGE berdiri pada 1973 dengan nama awal Royal Golden Eagle. Saat ini, dari perusahaan skala lokal, mereka sudah berkembang pesat menjadi korporasi global. Asetnya mencapai 20 miliar dolar Amerika Serikat (AS) lebih.

Delapan anak perusahaannya pun beroperasi di berbagai belahan dunia mulai dari Asia Tenggara, Cina, India, hingga Brazil. Berkat itu RGE berhasil membuka lapangan kerja untuk sekitar 60 ribu karyawan.

Pengusaha Sukanto Tanoto yang pendiri dari Royal Golden Eagle. Mulanya ia menggeluti sektor kayu lapis. Namun, setelah itu, bisnisnya berkembang pesat ke berbagai jenis usaha.

Arahan Sukanto Tanoto berperan besar dalam sumbangsih perusahaan dalam kesejahteraan masyarakat. Ia mewajibkan agar perusahaannya melakukan apa yang baik bagi masyarakat, negara, iklim dan pelanggan. Sebab, dengan demikian akan baik bagi perusahaan. Hal tersebut harus dilakukan secara nyata oleh grup yang bertransformasi dari Royal Golden Eagle menjadi Royal Golden Eagle tersebut dalam operasional perusahaan sehari-hari. Ada beberapa contoh yang dapat dikedepankan. Namun, secara umum anak-anak perusahaan RGE memang selalu menjadi pemberdayaan masyarakat sebagai bagian integral kegiatan bisnis.

ASIAN AGRI

Sumber foto: Asian Agri

Asian Agri merupakan anak usaha grup Royal Golden Eagle yang bergerak di sektor kelapa sawit. Mereka telah ada sejak perusahaan masih bernama Royal Golden Eagle. Kini, Asian Agri tercatat sebagai salah satu pemain utama di industri berkat kapasitas produksi 1,2 juta metrik ton per tahun.

Selain gencar mengembangkan bisnis, Asian Agri juga konsisten melakukan pemberdayaan masyarakat. Mereka melakukannya dalam kegiatan Corporate Social Responsibility yang bermoto People, Planet, Profit.

Melalui kegiatan tersebut, Asian Agri gencar memberdayakan masyarakat lewat beberapa cara. Mereka aktif mengembangkan sektor pendidikan, layanan kesehatan, pengembangan ekonomi, infrastruktur sosial-ekonomi, dan karitatif.

Namun, kegiatan CSR anak perusahaan yang lahir dengan nama Royal Golden Eagle ini bukan sekadar seremonial. Mereka konsisten melakukannya sepanjang hari dan menjadikannya sebagai bagian operasional bisnis. Dalam pelaksanaan, Asian Agri berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti Tanoto Foundation.

Di sektor pendidikan misalnya. Asian Agri berusaha meningkatkan kualitas pendidikan. Upaya tersebut dilakukan dengan berbagai cara seperti membangun atau merenovasi sekolah dan fasilitas pendidikan, memberi beasiswa, hingga meningkatkan kesejahteraan dan kemampuan pengajar.

Lebih hebat lagi, upaya tidak dibatasi ke karyawan saja. Namun, ruang lingkupnya luas hingga ke masyarakat di sekitar perusahaan.

Sementara itu, terkait layanan kesehatan, Asian Agri bekerja sama dengan otoritas kesehatan setempat untuk memberi konsultasi medis gratis dan obat-obatan dasar. Kegiatan sering dilakukan di poliklinik, posyandu dan Pos Kesehatan Desa.

Hal itu bukan satu-satunya kegiatan. Anak perusahaan RGE ini juga kerap membantu pembuatan sumur bor, menara dan tangki air dan perpipaannya. Bahkan, dukungan pemugaran sarana MCK dilakukan di sejumlah desa yang tidak punya fasilitas yang layak pakai.

Lalu untuk pemberdayaan ekonomi, Asian Agri kerap memberi dukungan alternatif penghasilan bagi petani kelapa sawit yang memasuki masa peremajaan ulang. Petani dilatih beternak sapi dan lele serta bercocok tanam sayur-mayur dengan metode hidroponik.

Untuk menarik petani, bibit ternak dan tanaman disediakan. Asian Agri pun menyediakan tim pendamping untuk memastikan peternakan dan pertanian berjalan baik. Buahnya, petani bisa memiliki sumber penghasilan tambahan selain dari berkebun kelapa sawit.

Untuk melengkapinya, Asian Agri juga melakukan pembangunan sarana yang diperlukan masyarakat seperti jalan, jembatan, saluran air, hingga tempat ibadah. Bahkan, ada pula program bedah rumah yang dilakukan bagi keluarga yang membutuhkan. Semua itu berguna untuk mendukung masyarakat menjadi lebih mandiri. Mereka mampu berdaya sendiri untuk menopang kehidupan lebih baik.

APRIL GROUP

Sumber foto: Warta Ekonomi

APRIL Group adalah salah satu anak usaha RGE yang berkecimpung di sektor pulp dan kertas. Sebagai salah perusahaan terdepan di dunia dalam sektor tersebut, mereka sanggup mencapai kapasitas produksi tinggi. Per tahun APRIL mampu menghasilkan pulp sebanyak 2,8 juta ton dan kertas hingga 1,15 juta ton.

Seperti anak perusahaan Royal Golden Eagle lain, APRIL gencar memberdayakan masyarakat. Mereka melakukannya lewat naungan program Community Development. Program tersebut memiliki beberapa jenis kegiatan. Namun, secara umum, mereka menggandeng masyarakat agar bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan bisnis perusahaan.

Salah satunya dengan menjadikan masyarakat sebagai mitra binaan. Warga sekitar dilatih dan didampingi untuk mengembangkan usaha yang berkaitan dengan kebutuhan perusahaan. Sebagai contoh ada yang diajari untuk mengembangkan usaha pembibitan pohon akasia yang akan ditanam sebagai bahan baku di kebun perusahaan.

Banyak pihak yang telah merasakan manfaat kegiatan mitra binaan APRIL. Salah satunya Ridi yang berhasil mendirikan PT Artha Veda. Lewat perusahaan tersebut, Ridi menyuplai bibit akasia yang akan ditanam di perkebunan perusahaan.

Padahal, dulu Ridi tidak paham bisnis nursery. Namun, berkat pendampingan anak usaha APRIL, PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP), usahanya berkembang. Dari karyawan hanya belasan orang pada 2009, kini PT Artha Veda sudah mampu membuka lapangan kerja untuk 350 orang karyawan lebih.

Usaha Ridi berdampak positif bagi masyarakat di Pangkalan Kerinci, Riau. Banyak dari mereka yang bisa mendapatkan penghasilan dengan bekerja di perusahaannya. Salah satunya Tio Mastiana yang bekerja di PT Artha Veda sejak 2010.

Padahal mulanya Tio hanya ibu rumah tangga biasa. Namun, kini ia bisa mendapat penghasilan dengan ikut menyemai bibit akasia untuk APRIL. Berkat itu, Tio mampu membiayai anak keempatnya menempuh pendidikan sarjana dan anak bungsunya di bangku SMA. Sedangkan anak pertama sampai ketiganya telah mampu bekerja sendiri.

“Jam 7 pagi anak-anak sudah berangkat, saya pun berangkat ke pekerjaan. Pekerjaan saya ini sangat bermanfaat untuk memastikan anak-anak saya bisa meneruskan pendidikan mereka sampai ke jenjang kuliah,” tutur Tio di Warta Ekonomi.

APICAL

Anak perusahaan grup yang dulu bernama Royal Golden Eagle ini dikenal sebagai eksportir dan pengolah produk kelapa sawit terkemuka di Indonesia. Mereka memiliki enam kilang pemurnian di Indonesia, Cina, dan Spanyol. Fasilitas tersebut mendukung kapasitas produksi hingga 5,3 juta ton per tahun yang digapai.

Apical juga aktif mengembangkan masyarakat di sekitarnya. Secara khusus, mereka memberi perhatian lebih kepada para petani plasma. Mereka diberi dukungan beragam mulai dari pembibitan, pupuk, hingga pelatihan pengelolaan perkebunan yang baik.

Bahkan, Apical juga membantu petani memperoleh sertifikat tanda keberlanjutan seperti RSPO dan ISCC. Berkat itu, petani bisa menjual hasil perkebunannya lebih mudah serta ikut serta menjaga lingkungan.

Banyak pihak yang menerima dukungan anak usaha RGE ini. Namun, salah satu yang paling komprehensif ada di Lubuk Gaung di Dumai, Provinsi Riau. Warga di sekitar Sari Dumai Sejati Refinery menikmati dukungan pembangunan infrastruktur dari Apical. Contohnya adalah pembuatan jembatan, jalan, renovasi sekolah, tempat ibadah, hingga pemberian beasiswa ke anak-anak sekolah.

Bukan hanya itu, Apical juga intensif memberi dukungan alternatif penghasilan. Warga di Lubuk Gaung diajari beternak ikan lele sebagai sumber mata pencaharian sampingan. Program itu terbukti meningkatkan kesejahteraan warga, persis seperti yang diharapkan oleh induk perusahaannya yang dulu bernama Royal Golden Eagle.

Baca Juga :

Bayar Tagihan Bulanan Air PDAM Secara Online Hanya di Sepulsa

Yuk Bayar Tagihan PDAM Dengan Mudah Di Sepulsa !

Sarumpun.com – Di era teknologi yang semuanya sudah serba canggih, ada baiknya anda sudah tidak …

Tinggalkan Balasan

Hubungi Kami